Pemilihan Induk

Langkah pertama pemijahan ikan lele yaitu dengan memilih induk ikan lele yang tepat. Bapak/Ibu harus memilih induk ikan lele yang punya bobot yang hampir sama yaitu minimum 1 kg. Hal ini dilakukan agar ikan lele tidak ketakutan satu sama lain. Selain itu, pastikan organ tubuh ikan lele lengkap dan normal. Umur induk lele yang tepat yaitu 1.5 tahun untuk betina dan 1 tahun untuk jantan.

Indukan lele harus dirawat pada kolam khusus di mana setiap meter persegi hanya boleh diisi 4-6 ekor saja. Sebelum pemijahan berlangsung, pisahkan indukan jantan dan betina. Hal ini agar tidak terjadi pembuahan di luar rencana. Selain itu, pakan yang diberikan haruslah bermutu baik. Direkomendasikan agar pakan yang diberikan memiliki protein > 35% agar gonad cepat matang. Pemberian pakan sebanyak 2-3 kali sehari sebanyak 3-5%.

Sebelum dilakukan proses pemijahan, induk ikan lele harus dipuasakan atau tidak diberi makan selama 24 jam. Kemudian dilakukan seleksi induk dengan gonad yang sudah matang. Cara melihatnya, pada kelamin ikan lele jantan maupun betina kelamin akan membesar dan warnanya menjadi kemerahan. Sehari setelah induk lele dimasukkan di kolam pijah, ambil induk dengan serok bila sudah bertelur. Hal ini karena ikan lele cenderung bersifat kanibal sehingga induknya harus dipisahkan agar tidak memangsa telurnya. Selanjutnya tunggu telur sudah menetas, baru pemberat ijuk dipindahkan ke pinggir secara perlahan.

Selama 24 jam, telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi larva. Setelah menetas, pisahkan antara telur yang gagal dan larva yang mati agar tidak berjamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa makan selama 3-4 hari. Selanjutnya, larva dibesarkan selama beberapa hari sampai menjadi anakan lele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *